Metode
dan Metodologi
Pengertian metode pada umumnya adalah menurut kamus Webster’s Third New International Dictionary
of the English Language(Sjamsuddin, 2007,
hal. 12-13):
a.
Suatu prosedur atau proses untuk mendapatkan
suatu objek
b.
Suatu disiplin atau sistem yang acapkali
dianggap sebagai suatu cabang logika yang berhubungan dengan prinsip-prinsip
yang dapat diterapkan untuk penyidikan ke dalam atau eksposisi dari beberapa
subjek.
c.
Suatu prosedur, teknik, atau cara melakukan penyelidikan
yang sistematis yang dipakai oleh atau yang sesuai untuk suatu ilmu (sains),
seni, atau disiplin tertentu.
d.
Suatu rencana sistematis yang diikuti dalam
menyajikan materi untuk pengajaran.
e.
Suatu cara memandang, mengorganisasi, dan
memberikan bentuk dan arti khusus pada materi-materi artistik: 1) suatu cara,
teknik, atau proses dari atau untuk melakukan sesuatu; 2) suatu keseluruhan
keterampilan-keterampilan (a body of
skills) atau teknik-teknik.
Sementara menurut kamus The
New Lexicon (1989:628) dalam (Sjamsuddin, 2007, hal. 14) memberikan gambaran
tentang pengertian metodologi yaitu suatu cabang filsafat yang berhubungan
dengan ilmu tentang metode atau prosedur; suatu sistem tentang metode-metode
dan aturan-aturan yang digunakan dalam sains.
Berkaitan dengan Sejarah, Sartono Kartodidjo dalam (Sjamsuddin, 2007, hal. 14) membedakan metode
sebagai bagaimana memperoleh pengetahuan (how
to know) dan metodologi sebagai mengetahui bagaimana harus mengetahui (to know how to know), sehingga dalam
metode sejarah adalah bagaimana mengetahui sejarah dan metodologinya adalah
mengetahui bagaimana mengetahui sejarah. Pendapat lain mengenai metode sejarah
adalah petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tentang bahan, kritik,
interpretasi, dan penyajian sejarah (Kuntowijoyo,
1995, hal. xii). Dari beberapa definisi para ahli di atas dapat
disimpulkan bahwa metode sejarah merupakan suatu metode yang digunakan dalam
proses penelitian terhadap sumber-sumber masa lampau yang dilakukan secara
kritis-analitis dan sistematis dan disajikan secara tertulis.
Penelitian
Sejarah
Penelitian sejarah adalah salah satu penelitian mengenai
pengumpulan dan evaluasi data secara sistematik, berkaitan dengan kejadian masa
lalu untuk menguji hipotesis yang berhubungan dengan faktor-faktor penyebab,
pengaruh atau perkembangan kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian yang
akan datang (Sukardi, 2003, hal. 203).
Menurut (Sjamsuddin, 2007, hal. 13)
penelitian sejarah berhubungan dengan suatu prosedur, proses, atau teknik yang
sistematis dalam penyidikan suatu disiplin ilmu tertentu untuk mendapatkan
objek (bahan-bahan) yang akan diteliti (Sjamsuddin,
2007, hal. 13).
Metodologi
Penelitian Sejarah
Dalam metode sejarah, terdapat beberapa tahap
yang perlu dilakukan penulis ketika akan mengadakan penelitian. Tahap metode
sejarah yang dikemukakan oleh Helius Sjamsuddin (2007:17-155) terdiri dari
beberapa langkah-langkah sebagai berikut:
Tahap
heuristik yaitu mencari dan mengumpulkan data dari
sumber-sumber sejarah yang relevan dengan penelitian.
Tahap
kritik sumber, yaitu penyaringan secara kritis
terhadap sumber-sumber yang telah dikumpulkan terutama terhadap sumber primer
atau sumber pertama. Kritik sumber dilakukan untuk memperoleh fakta yang
menjadi pilihan dan dapat dipercaya kebenarannya. Proses kritik sumber
memudahkan penulis untuk mengetahui apakah sumber-sumber yang diperoleh relevan
atau tidak dengan permasalahan yang dikaji. Tahap ini terbagi dua bagian, yaitu
kritik eksternal dan kritik internal.
Tahap
interpretasi yaitu menafsirkan keterangan sumber-sumber
sejarah. Dalam hal ini penulis memberikan penafsiran terhadap fakta-fakta yang
diperoleh selama melakukan penelitian dengan cara menghubungkan fakta yang satu
dengan fakta lain yang saling berkaitan. Semua fakta yang telah terangkum ini
nantinya akan dijadikan sebagai bahan dalam penulisan skripsi ini.
Tahap
historiografi. Tahap ini merupakan hasil dari semua
penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Di sini penulis diharuskan untuk
menulis cerita sejarah berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan
dianalisis sebelumnya. Pada tahap ini penulis berusaha memberikan sebuah bentuk
laporan penelitian penulisan sejarah sehingga menjadi sebuah satu kesatuan
sejarah yang utuh.
Wood Gray (Sjamsuddin, 2007:89-90) menambahkan
ada enam langkah dalam metode historis, yaitu: 1) Memilih topik yang sesuai, 2)Mengusut
semua evidensi (bukti) yang relevan dengan topik, 3)Membuat catatan tentang apa
saja yang dianggap penting dan relevan dengan topik yang ditentukan ketika
penelitian sedang berlangsung, 4) Mengevaluasi secara kritis semua evidensi
yang telah dikumpulkan (melalui kritik sumber). Kritik dilakukan terhadap semua
sumber yang dihimpun peneliti tentang multikulturalisme untuk memperoleh data
yang relevan, 5) Menyusun hasil-hasil penelitian (catatan fakta-fakta) ke dalam
suatu pola yang benar dan berarti yaitu sistematika tertentu yang telah
disiapkan sebelumnya, 6) Menyajikan dalam suatu cara yang dapat menarik
perhatian dan mengkomunikasikannya kepada para pembaca sehingga dapat
dimengerti sejelas mungkin.
No comments:
Post a Comment