Teori Konstruktivisme didefinisikan
sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu
tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme
sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama
ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini
menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme
mempunyai beberapa konsep umum seperti:
- Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
- Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
- Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
- Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
- Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
- Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.
Menurut teori konstruktivis
ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa
guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus
membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan
kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan
atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar dan
secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.
Pendekatan konstruktivisme
dalam pengajaran menekankan pengajaran top down daripada bottom-up. Top down
berarti bahwa siswa mulai dengan masalah kompleks untuk dipecahkan dan kemudian
memecahkan atau menemukan (dengan bimbingan guru) keterampilan-keterampilan
dasar yang diperlukan. Sedangkan pendekatan bottom-up tradisional yang mana
keterampilan-keterampilan dasar secara tahap demi tahap dibangun menjadi
keterampilan-keterampilan yang lebih kompleks. (Slavin, 1997 dalam Nur dan
Retno,2000:7). Sehingga dapat dikatakan bahwa di dalam kelas yang terpusat pada
siswa peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep atau prinsip
bagi diri mereka sendiri, bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh
kegiatan kelas.
No comments:
Post a Comment